Memoderenkan Suku Baduy?

20/06/2010 in artikel pendidikan

Mendengar berita tentang pelatihan internet bagi suku baduy di televisi kemarin pagi, membuat saya tidak sabar untuk berkomentar. Anda tahu bahwa suku baduy adalah sebuah suku di nusantara ini yang sangat memegang teguh adat istiadatnya. Mereka tidak menggunakan listrik dan menenun sendiri baju – baju yang mereka pakai. Mereka membatasi diri dalam menonton televisi. Mereka hidup sangat sederhana dan hening. Mereka lebih mengutamakan persaudaraan di antara mereka sehingga dalam satu kampung pun hanya ada satu warung yang menjual barang – barang kebutuhan. Dan adat istiadat yang mereka pegang teguh hingga sekarang ini merupakan penghormatan mereka terhadap alam.

Kemudian saya mendengar berita itu. Orang – orang yang mengaku lebih beradab dan moderen mencoba memoderenkan mereka. Salah satunya adalah dengan mengenalkan internet kepada mereka. Mengenalkan internet berarti mengusahakan mereka agar terhubung dengan dunia luar tanpa batas. Pertanyaannya, jika kemudian mereka sudah terhubung dengan dunia luar yang jauh lebih luas, baik dengan sisi positif dan sisi negatifnya, akankah mereka tetap akan memiliki ketahanan dalam memegang adat istiadat yang sudah mereka pegang teguh selama ini?

Mari kita analogikan dengan tradisi membaca kita yang masih sangat rendah. Jaman dulu, kita berada dalam tradisi lisan yang sangat mendominasi. Segala sesuatu disampaikan dari mulut ke mulut. Lalu secara tiba – tiba televisi datang dan mendominasi kita. Akibatnya kita beralih dari tradisi lisan ke tradisi menonton. Televisi yang memiliki berbagai macam program tayang, yang rata – rata negatif, mempengaruhi semua pemirsa yang berada dalam tradisi lisan yang masih kuat. Semua pemirsa televisi mencontoh apapun yang mereka lihat di televisi. Dan umumnya, apa yang mereka contoh adalah segala sesuatu yang bertentangan dengan norma – norma setempat. Kemudian, televisi juga yang memberitakan tentang kerusakan – kerusakan di mana – mana.

Barat juga mengalami tradisi menonton seperti kita sekarang ini, tapi, antara tradisi lisan dan tradisi menonton barat telah menjalani tradisi membaca yang kuat. Maka, apa yang mereka tonton tidak serta merta merubah cara pandang mereka. Orang yang sudah kuat dalam tradisi membaca akan memiliki kemampuan memilah – milah.

Kembali ke suku baduy, mereka sekarang ini masih berada dalam tradisi lisan yang begitu kuat. Lalu kita menginginkan agar mereka bisa terhubung dengan internet. Apa yang akan terjadi? Apakah kita menginginkan suku baduy menjadi orang – orang yang rusak seperti kita?

Jangan sekali – sekali meremehkan peran adat istiadat suku baduy dalam menjaga  alam. Kehidupan moderen telah menghasilkan lubang ozon dan pemanasan global yang konon kabarnya merupakan satu hal yang akan memusnahkan spesies manusia di masa – masa mendatang sebagaimana hujan meteor yang memusnahkan dinosaurus.  Kesederhanaan suku baduy merupakan sumbangsih bagi kelanggengan dunia. Dan pola hidup kita mempercepat kehancuran bagi dunia. Seharusnya, kita semua mencontoh kearifan yang dijalankan oleh orang – orang baduy. Bukan malah mencoba menularkan kebobrokan yang kita jalani kepada mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s