Cara Bersyukur

Banyak orang gelisah, dan gundah gulana. Mereka tidak puas akan diri mereka. Mereka iri dan dengki kepada orang lain yang dianggap lebih beruntung. Mengapa aku miskin dan orang lain kaya? Aku sudah berbuat baik, kok masih miskin juga? Kok orang yang jahat makmur? Dimana keadilan?

Demikianlah orang-orang yang tidak bersyukur atas nikmat Allah berprasangka. Sesungguhnya Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Diciptakan sebagai manusia saja sudah cukup bagi kita bersyukur?

Mari kita sadari bahwa kita itu tugasnya beribadah kepada Allah, bukan untuk menjadi orang kaya atau yang setara dengan itu. Kaya, miskin, menjabat atau tidak dan pernik-pernik dunia lainnya hanyalah ujian dari Allah untuk membuktikan siapa yang paling benar imannya.

Barangkali ada sebagian yang bermaksud bersyukur tapi sulit untuk melakukannya karena belum tahu caranya. Nah, untuk mereka yang seperti inilah saya mencoba berbagi pengetahuan.

Teknik bersyukur yang saya coba lakukan adalah sebagai berikut:

1) berpikir positif atau berprasangka baik kepada Allah, Rasul dan sesama manusia. Berpikir positif bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik buat kita. Berprasangka baik bahwa keadaan kita ini adalah kondisi yang  sesuai dengan kemampuan kita dalam menempuh ujian yang diberikan oleh Allah.  Bukan berarti kita tidak berupaya ke arah yang lebih baik. Dengan berpikir positif maka hati kita menjadi tenang. Dengan pikiran yang jernih maka kita akan mampu menggapai masa depan yang lebih cerah. Dengan berpikir positif maka kta akan menempuh cara-cara yang benar untuk menggapai cita-cita.

2. Memandang ke bawah dan ke atas secara seimbang. Memandang ke bawah membuat hati bersyukur, dan memandang ke atas memotivasi kita untuk menggapai cita-cita. Ini harus dilakukan dengan seimbang, sehingga kta tetap sadar akan tujuan kta sebagai hamba Allah.

3. Senantiasa mengevaluasi diri tentang amal perbuatan kita selama ini. Dengan mengevaluasi diri kita dapat memperbaiki diri kita sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya.

4. Senantiasa berdzikir kepada Allah.

5. Berdoa. Berdoa akan  selalu mengingatkan kita bahwa kita adalah makhluk yang lemah, yang bergantung kepada Allah. Hal ini membuat hati kita tenang.

5. Jadikan shalat dan sabar menjadi penolong kita. Dalam menempuh ujian ini tentu banyak tantangan dan hambatan yang harus diatasi. Untuk itu kita memang harus bersabar dan tidak pernah berputus asa.

(http://uripsantoso.wordpress.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s