KETUPAT MINAPOLITAN DAN BERKAH MASA DEPAN NELAYAN

KETUPAT MINAPOLITAN DAN BERKAH MASA DEPAN NELAYAN

Oleh ;
Achmad Subijakto, A.Pi., MP
BPPP Banyuwangi

 

Meski lebaran telah usai, gema hiruk pikuknya masih mampu memberikan nuansa  inflasi moneter  masa lebaran dan ketersediaan stock bahan makanan, tetapi juga sisa-sisa kebahagiaan setelah bertemu sanak saudara untuk menjalin silaturahmi yang sudah menjadi budaya ala Indonesia.  Makna halal bihalal dengan lambang ketupat lebaran yang tadinya sekedar bertemu dan saling memaafkanpun berlanjut dalam konteks yang lain, termasuk terbawa dalam dunia pekerjaan dan berpengaruh dalam pola pikir dalam mengambil suatu kebijakan atau keputusan dari setiap insan.  Merekapun sepakat untuk menumbuhkan makna kebersamaan dalam lingkup yang lebih besar dalam dunia pekerjaan yang berpengaruh pada tatanan ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Benarkah lebaran mampu merubah sikap dan perilaku masyarakat termasuk penentu kebijakan dalam memahami dan mengerti akan kebutuhan mereka?  Tentu saja jawabannya dapat terlihat dari kebijakan pemerintah yang dapat dievaluasi apakah sudah memihak rakyat apa belum!.   Masih banyak kekurangan akan tetapi sudah banyak yang telah dilakukan.  Itulah gambaran umum kondisi kehidupan masyarakat yang terus berpacu dalam siklus kehiupan dari masa ke masa.

Program pemberdayaan dan pengembangan sumberdaya masyarakat khususnya pelaku usaha perikanan terus diupakan dan banyak memihak kepada masyarakat kecil, sayangnya kadangkala kita terbentur pada situasi dunia nyata bahwa pergerakan perilaku masyarakat juga sagat dipengaruhi oleh lingkungan dan lapangan kerja yang ada.  Sebut saja misalnya buruh industri pengalengan ikan,  kondisinya tenu sangat berbeda dengan buruh atau pekerja yang mengikuti kegiatan usaha penangkaan ikan.  Betapa tidak, seorang buruh pengalengan ikan hidup dari sekedar gaji mingguan yang berada di bawah UMR setempat dan uang lembur yang besarnya maksimal sekitar Rp. 6.000,- per jam.  Mungkin uang lemburnya sama dengan uang lembur PNS tetapi bedanya gaji PNS adalah 4 kalim lipat gaji mereka.   Akan tetapi hal ni berbeda dengan buruh kapal penangkap ikan, dalam satu bulan mereka bisa berpenghasilan sebesar apa yang diterima PNS yang tentu saja tergantung dari hasil tangkapan ikannya karena mereka hidu dalam sistem bagi hasil dengan sang juragan pemilik kapal.

Tak ubahnya seperti dimana ada gula, di situ ada semut, meskipun masih banyak pengangguran, tidak demikian sebenarnya jika dilihat dari lapangan kerja yang ada di sektor kelautan dan perkanan.  Lihat saja contoh pada saat musim ikan, industri penolahan ikan dan pengalengan ikan sampai kebingungan menambah tenaga kerja untuk dapat memproduksi ikan olahan semaksimal mungkin – mumpung lagi murah harga ikannya – sesuai dengan permintaan pasar.  Akhirnya banyak ibu-ibu rumah tanga yang berduyun-duyun ikut bekerja di sektor ini meskipun dengan kemampuan atau skill yang minim atau bahkan tanpa ada keterampilan sama sekali.   Ya sudah, pada akhirnya perusahaan harus melatih mereka paling tidak seminggu untuk dapat menyesuaikan dengan kebutuhan job pekerjaan yang ada.  Inilah yang mengakibatkan terjadinya kesenjangan dalam pengelolaan SDM kelautan dan perikanan yang sering kita temui.

Di sisi lain konsep produksi industri perikanan selalu mengedepankan efisiensi dalam mengelola usaha yang menghasilkan profit optimal.  Mereka berlomba untuk mendirikan industri perikanan selalu berdekatan dengan sumber bahan produksi yaitu ikan itu sendiri.  Akibatnya adalah terjadinya degradasi masalah lingkungan  sehubungan dengan pencemaran hasil industri terutama pengolahan ikan yang mempengaruhi pola hidup masyarakat di sekitanya.   Bagi orang-rang kebanyakan yang tingal di sekitar industri ersebut mungkin tidak menjadi masalah, akan tetapi bagi orang yang datang berkunjung atau sekedar lewat, entu akan menjadi masalah.

Sebut saja salah satu contoh daerah Muncar yang merupakan salah satu lokasi industri perikanan terbesar di Asia Tenggara, dalam radius 5 km sebelum kita memasuki wilayah kota Muncar, bau tak sedap sudah menyergap kita dan bahkan bau tersebut akan menempel terus menerus meskipun kita sudah lewat atau keluar dari Muncar.  Kenyataan ini menimbulkan berbagai prasangka baik positif ataupun negatif.  Sebagian menatakan bahwa jika Muncar bau ikan, dapat dikatakan bahwa roda ekonnomi sedang berjalan lancar sehubungan dengan produktifitas industri yang sedang mendapatkan bahan baku secara melimpah.  Jangan heran dengan dengan hal ini karena di Muncar ada 193 industri pengolahan ikan dan 11 diantaranya adalah pabrik pengalengan ikan.  Ini baru sebatas di kecamatan mncar saja.  Jadi bisa dibayangkan pada saat musim ikan, hiruk pikuk para buruh penangkap kan, pedagang, pengolah ikan dan semua lapisan masyarakat bergairah karena roda ekonomi sedang berjalan lancar,   Hal ini tentu saja akan terbalik kondisinya pada saat tidak musim ikan, hampir semua industri pengolahan ikan tidak dapat berproduksi karena ketidak ketersediaan bahan baku yang menjadi menu utama dalam proses produksi.

Sepertinya sudah saatnya dilakukan penataan kawasan sentra usaha perikanan.  Jangan sampai terjadi lagi jatuhnya perikanan tangkap di Bagansiapi-api yang tak terkelola dengan baik.  Bukan sekedar mumpung belum terlambat tapi lebih karena rasa tanggungjawab untuk mengelola kawasan perikanan secara bijak demi masa depan masyarakat sendiri.  Kita tak perlu memperdebatkan masalah amdal dan berkah buangan limbah industri pengolahan ikan karena bagi masyarakat sekitar, limbah pengoahan ikan merupakan rejeki yang bernilai ekonomis karena masih dapat dimanfaatkan (diambil dan dijual) oleh masyarakat dengan harga yang cukup tinggi.  Meski sebagian orang mempermasalahkan bau, sebagian yan lain justru mendapatkan berkah dengan adanya bau.  Pokok persoalan ini akan terselesaikan dengan bijak apabila semua lapisan masyarakat mendukung kebijakan baru pemerintah yaitu penataan dan pembetukan kawasan Minapolitan.

Beberapa orang pasti akan bertanya atau sekedar pengen tahu apa yang dimaksud dengan minapolitan.  Hal ini tenu saja wajar.  Akan tetapi sebagian mungkin belum-belum sudah menyatakan pesimisme yang berlebihan yang diakibatkan ketidaktahuan mereka terhadap kebijakan ini.  Hal ini akan diperparah apabila ada segelintir orang yang justru bermain dengan program ini karena dianggap sebagai ”proyek” yang berarti di situ ada duit banyak untuk diperebutkan.  Ini sudah biasa, yang penting adalah tujuan program kawasan minapolitan adalah memihak rakyat dan bukan kepentingan pemerintah.  Jika sebagian dari mereka ada yang bermain untuk kepentingan sendiri, masyarakat harus ikut peduli dan bertangungjawab untuk meminimalisir ekses negatif sebagai akibat dari tindakan dan perilaku buruk tersebut.  Kita tak perlu mengambil untung secara pribadi karena justru masyarakat akan banyak mendapatkan keberuntungan dengan adanya program kawasan minapolitan.

Apa yang bisa diambil manfaatnya dengan pembentukan kawasan minapolitan? Ya tentu saja jelas, sebagai kawasan usaha perikanan, kawasan minapolitan adalah lingkungan terpadu yang terdiri dari beberapa kegiatan industri perikanan baik skala industri rakyat maupun industri perikanan besar yang meliputi kegiatan perikanan tangkap, perikanan budidaya dan pengolahan hasil perikanan yang tergantung pada potensi sumberdaya alam yang ada di sekitar kawasan tersebut dan sesuai dengan tujuan  penetapan pembentukan kawasan tersebut .  Jadi bisa jadi kawasan tersebut mempunyai ciri khas tertentu misalnya kawasan perikanan tangkap, pasti memerlukan indsutri pengolahan ikan, kawasan perikanan budidaya ikan air tawar, pasti memerlukan ketersediaan air tawar dan pasar ikan hidup dan kawasan minapolitan garam pasti membutuhkan tambak garam, ketersediaan air laut yang kontinnyu dan sistem industri garam terpadu sebagai kawasan yang kompleks.

Sifat dan perilaku masyarakat di sekitar kawasan minapolitan pada akhirnya akan dipengaruhi oleh sebuah lingkungan baru yang lebih tertata, tertib dan  mengedepankan kontinuitas produkstifitas.  Ini ang akan mempengauhi pola hidup masyararakat.   Betapa tidak, mereka akan terbawa dalam pola kegiatan ekonomi yang terus menerus dan berkembangnya sistem ekonomi pasar dengan adanya model perdagangan perikanan yang mempunyai ciri khas adanya sisten rantai dingin pemasaran, tumbuhnya pabrik es untuk mensuplai kegiatan penangkapan dan penanganan hasl perikanan ang akan berakibat multi layer efect atau pengaruh menyeluruh pada lapisan masyarakat di sekitarnya.   Jangan heran jika di sekitar kawasan minapolitan akan banyak berdiri bank, penginapan, restoran dan bentuk-bentuk usaha yang lain.  Semua ini dapat tertata dengan baik apabila kita membangunya secara menyeluruh, terpadu dan terencana.

Pengaruh pengembangan kawasan minapolitan akan terjadi secara simultan, jika dikendalikan dan dikelola secara bijak, perkembangan dunia industri perikanan di wilayah sentra industri perikanan tidak akan menjadi bola liar yang berbahaya bagi kelanjutan usaha perikanan itu sendiri.  Bagi nelayan penangkap ikan akan memudahkan mereka untuk mendapatkan bahan operasional armada penangkapan, ketersediaan bahan alat penangkapan  dan sistem pemasaran yang terbuka karena hidupnya aktifitas pelelangan ikan.  Hal ini akan berpengaruh paa efisiensi dan efektifitas kegiataan usaha penangkapan dan meningkatkan kualitas hasil tangkapan yang pada akhirnya juga mendongkrak harga ikan itu sendiri.  Dengan ketersedianya bahan baku berupa hasil tangkapan ikan, kegiatan industri pengolahan ikan juga akan terus berpoduksi secara kontinuitas dan ketersediaan tenaga kerja yang cukup dengan SDM yang terampil karena dalam kawasan minapolitan juga disiapkan pekerja-pekerja terampil hasil pelatihan, pembinaan dan penyuluhan secara terus menerus demi kelangsungan kualitas produktifitas SDM kelautan dan perikanan.

Jika kita berpikir ke depan, dalam jangka panjang membangun kawasan minapolitan yang mengedepankan keberlangsungan pemanfaatan suberdaya alam secara bertanggungjawab,  tentu juga tidak akan meninggalkan  aspek ekosistem dalam mendukung kelangsungan hidup yang lebih ramah lingkungan.  Kawasan mnapolitan pun memerlukan zona penyangga untuk menjaga alam sekitar tidak rusak karenanya.  Pada sisi daratan diperlukan zona penyangga keberlangsungan  ekosistem daratan untuk menjamin kebersihan udara, ketersediaan air dan meminimalisir pencemaran lingkungan.  Sedangkan pada kawasan perairan diperlukan zona penyangga alam berupa kawasan konservasi atau perlindungan sebagai lokasi strategis untuk keberlangsungan kehidupan habitat ikan dan menjaga kelestarian perairan demi kehidupan yang lebih panjang.  Semua itu adalah berkah dari minapolitan yang seiring dengan telah lewatnya budaya lebaran di bulan syawal.  Dengan jabatan tangan dan silaturahmi, apa yang menjai program pemerintah semestinya adalah benar-benar untuk kepentingan rakyat, semua harus memandang secara bersih seperti makna iedul fitri yang telah berlalu.

One response to “KETUPAT MINAPOLITAN DAN BERKAH MASA DEPAN NELAYAN

  1. makasih pa infonya…. saya mahsiswa saya butuh infor masi menegenai pasokan bahan baku dari PPP muncar untuk produksi pengolahan ikan di muncar.. apakah selama ini sudah terstruktur dengan baik atau tidak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s