Guru Profesional Miliki 2 Indikator

Mantan Guru besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Nur Kholis Setiawan yang berhasil menyandang gelar profesor di usia 38 tahun ini juga mengingatkan bahwa guru profesional itu memiliki 2 indikator utama. Pertama ia mampu memberikan sesuatu yang lebih pada peserta didik. Guru PAI jangan hanya bisa menyampaikan materi tapi berperan menjadikan PAI dari state of being menuju state of becoming bagi para siswanya. Maksudnya para siswa kelak mampu menjadi muslim yang kaafah, sadar akan keislamannya. Menyitir pesan Syaikh Nawawi Al Bantany seorang Ulama Banten yang berguru lama di Mekkah dalam kitabnya Tafsir Munir yang menjadi rujukan dunia pesantren di Indonesia, Nur Kholis mengatakan bahwa muslim yang bagus itu memiliki kemampuan-kemampuan seperti paham akan tasawuf untuk mengimbangi derasnya liberalisme, memahami fiqih agar ia senantiasa kreatif, dan juga sadar akan sejarah agar mampu melewati badai dalam kehidupan.

Kedua, guru profesional itu mampu menjadi motivator yang baik. Ia bisa membuat siswa terinspirasi atau memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dalam belajar.

http://pendis.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=8244#.V8d3QFt961s

Ujian Nasional TP 2015-2016

Jakarta, Kemendikbud — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menyelenggarakan tiga ujian nasional (UN) di tahun 2016. UN pertama merupakan ujian perbaikan bagi peserta UN tahun 2015 yang belum memenuhi standar kompetensi lulusan (SKL) pada satu atau lebih mata pelajaran, dan berkeinginan memperbaikinya. UN kedua, merupakan ujian utama tahun 2016 dengan kisi-kisi baru, dan UN ketiga merupakan perbaikan bagi peserta UN tahun 2016.

Baca lebih lanjut

Kisi-kisi Ujian Nasional 2015

Kisi-kisi Ujian nasional  dan Kriteria Kelulusan UN 2015

kisi-kisi-un-sma-tahun-pelajaran-2014-2015

permendikbud-no-144-tahun-2014

WACANA UJIAN NASIONAL 2014

Posted on02 October 2013. Tags: ,

Wacana Model UN Tahun 2014

Ujian Nasional (UN) sebagai sarana untuk mengukur keberhasilan pendidikan di Tanah Air, terus memperoleh dukungan dari berbagai pihak disamping kritikan dari sementara pihak. Contoh dukungan diantaranya datang dari tokoh nasional Mantan Presiden RI Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla yang menurut pengamatan kami selalu tak kenal lelah dan kritik selalu berkomitmen mendukung keberadaan Ujian Nasional (Unas). Bahkan ketika beliau masih menjabat Wapres, terus mendukung dengan menggulirkan gagasan-gagasan cerdas diantaranya dengan ide menaikkan standar kelulusan UN secara bertahap dengan mencontohkan pelaksanaan UN di sejumlah negara tetangga, termasuk negeri Jiran Malaysia. Baca lebih lanjut